Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan PM-AAS Papua Barat Bahas Target 634 Hektare
Manokwari – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat menggelar Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Papua Barat pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Agromodern II BRMP Papua Barat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-BUN) Provinsi Papua Barat, Polbangtan Manokwari, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan, Aster Kodam XVIII/Kasuari, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perum Bulog, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) TPH Papua Barat, serta para penyuluh pertanian Manokwari dan Manokwari Selatan secara offline dan online, sehingga koordinasi dapat berlangsung secara lebih luas dan efektif.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Papua Barat menyampaikan bahwa penerapan metode PM-AAS merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi dan pendampingan yang terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang erat antar pemangku kepentingan agar pelaksanaan program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Rapat membahas potensi wilayah yang dapat diterapkan metode PM-AAS, kesiapan dukungan dari masing-masing instansi, serta langkah-langkah strategis untuk mencapai target perluasan seluas 634 hektare yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian bagi Provinsi Papua Barat. Setiap instansi turut menyampaikan masukan sesuai tugas dan fungsinya guna mendukung keberhasilan pelaksanaan program, mulai dari penyediaan data, informasi iklim, pendampingan penyuluh, hingga dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam mengoptimalkan potensi wilayah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor sehingga target penerapan PM-AAS di Provinsi Papua Barat dapat tercapai secara optimal, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.